Bab 16

812 Words

Setibanya di lapangan golf, suasana terasa jauh berbeda dari hiruk-pikuk rumah atau kantor. Hamparan rumput hijau terbentang luas, rapi, dengan udara sore yang sejuk dan tenang. Matahari sudah condong ke barat, cahayanya hangat tapi tidak menyengat. Amira melangkah turun dari mobil lebih dulu. Ia menatap sekeliling dengan mata berbinar, jelas ini bukan tempat yang biasa ia datangi. “Indah sekali…” gumamnya jujur. Dimas tersenyum kecil melihat reaksinya. “Kamu pertama kali ke lapangan golf?” Amira mengangguk. “Iya. Selama ini aku cuma pernah lihat di TV.” Dimas mengambil satu set stik golf cadangan, lalu menyerahkannya pada Amira. “Tenang. Aku bakalan ajarin kamu.” Mereka berjalan berdampingan menyusuri jalur kecil menuju area latihan. Langkah Amira sedikit hati-hati, seolah takut me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD