"Lumayan sering dong, ke kafe berarti, sampai kenal ama Kak Deni, Kak Irma, segala?" Aysha berbincang akrab dengan Mario setelah mengetahui laki-laki itu mengenal lebih dari setengah karyawan kafe Ayahnya, terutama Deni, sang koki yang semestinya jarang dikenal oleh pengunjung karena posisinya yang selalu di dapur. "Iya, apalagi kalau malam minggu, sering sampai tutup malah," tawa Mario renyah diikuti kekehan Aysha. Mereka duduk di antara teman-teman Aysha yang sesekali turut ngobrol dan menggoda Mario yang termasuk salah satu siswa tampan dan berbakat di sekolahnya. Tampaknya, walau jahil dan sedikit nakal Mario nyatanya adalah teman ngobrol yang menyenangkan. Pandangan negatif yang awalnya sempat Aysha sematkan pada lelaki itu, sepertinya hanya karena ekspresi rasa penasaran laki-la

