Aysha memperhatikan satu persatu siswa ekskul seni yang mulai memasuki ruangan. Namun, hingga kelas dimulai, makhluk yang ditunggunya tetap tak menampakkan batang hidungnya. Berusaha tetap tenang dan mengikuti ekskul dengan fokus tapi hati tetap saja gelisah. Segala ucapan guru dan mentor yang berasal dari salah satu kampus Seni ternama di Jakarta pun, kali ini hanya masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Walau tampak mencatat, nyatanya Aysha hanya mencoret-coret buku catatannya saja. "Kak Axelle!" Axelle yang merasa terpanggil mencari-cari arah datang suara. Ia dan beberapa teman basketnya tampak sedang latihan santai di lapangan. "Eh, tumben Dedek Andara cariin Kak Axelle, cariin kita juga dong sekali-kali," sapa salah seorang teman basket Axelle yang sedang istirahat di ping

