26. Pilihan Sulit

1610 Words

"Belum tidur?" Sheila menyapa Byantara yang masih tampak sibuk di meja belajarnya. Byantara menoleh ke arah pintu, dimana sang mama tengah melongokkan kepalanya dari balik pintu. "Belum, Ma. Ngeberesin ini dikit lagi." Sheila memutuskan untuk masuk sebentar ke kamar putra sulungnya, menemaninya menyelesaikan tugasnya sesaat. "Tugas sekolah?" "Bukan, Ma, desain pesanan." "Dibatasi kalau rasanya sudah kewalahan,  By. Mama gak mau kamu kurang tidur dan ketinggalan pelajaran karena dikejar deadline desain." Byantara meringis mendengar nasehat Mamanya. Bukan sekali dua kali dirinya dipergoki sang mama begadang hingga pukul satu malam. Memang, selain sebagai pelajar, Byantara memiliki kegiatan sampingan yang menghasilkan uang. Kegiatan ini sudah ia tekuni sejak duduk di bangku kelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD