Mereka pulang dari rumah orang tuanya Gea dan kembali lagi ke rumah mereka. Deni sempat memang ingin bisa mengurus istrinya sendirian tanpa ada bantuan dari orang tua maupun mamanya. Karena dia tahu mengurus istri yang hamil itu adalah tugasnya, mengingat ketika dia sedang sakit, Gea bahkan tidak pernah meminta bantuan pada siapa pun ketika sedang merawatnya. Maka sekarang ini yang dia lakukan adalah hal yang serupa untuk istrinya. Dia tidak mau jika istrinya dirawat oleh orang tuanya sendiri maupun orang tua Deni. Di dalam kamar dia menemani istrinya sambil mengerjakan skripsi, melihat Gea yang tertidur lelap di sampingnya kadang dia merasa sangat kasihan kepada Gea. Setiap pagi harus merasakan sakit ketika sedang muntah-muntah. Meski sudah memberikan obat untuk Gea. Tapi perempuan itu

