Gema menendang tepat di d**a laki-laki itu dengan keras. Membuatnya terlempar ke belakang sampai terbatuk karena sesak. Nafas Gema pun juga tersengal. Dengan rahangnya yang keras, ia memegang jemari Tari dengan erat. "BILANG SEKARANG SIAPA YANG SURUH KAMU BUNUH ANAK SAMA ISTRI SAYA HAH?!" Gema berteriak sambil memberi tatapan mengerikannya. Bahkan Tari yang ada di sampingnya pun kaget karena baru kali ini melihat laki-laki itu marah seperti tadi. Tari sebenarnya ingin menenangkan laki-laki itu. Tapi apa yang ingin dilakukan oleh sang tukang kebun tadi padanya, tidak mampu ia maafkan. Makanya dia diam saja melihat Gema yang emosi, sambil menunggu tukang kebun itu jujur. Tapi bukannya menyerah, pria setengah baya itu memilih untuk menantang. Ia meludah seolah menganggap serangan Gema b

