“Woy … sudahi mesra-mesraannya, kalian berdua butuh ampau apa tidak?” pekik seorang pria yang membuat Adi dan Dara menghentikan gerakan dansa mereka. Lampu yang semula temaram pun kini menjadi terang benderang. Mata Dara dan Adi membulat saat melihat banyaknya sayuran yang dibawa oleh beberapa karyawannya. Mereka di tangan masing-masing membawa sayuran seperti terong, mentimun, kangkung, bayam, jagung, beras yang diletakkan di punggung dan masih banyak lagi. Adi mengepalkan tangannya. Dia tau siapa yang mempunyai ide berbuat rusuh di pernikahan, yaitu calon adik iparnya, si Kalvin. Dulu saat masnya menikah, Kalvin juga yang mengusulkan hal aneh-aneh. Masih teringat jelas di memori Adi, kalau Kalvin adalah biang dari segala kerusuhan. Tidak bisa Adi bayangkan bila nanti adiknya menikah be

