14. Kejutan di Meja Makan

1107 Words

Aku turun dari kamar dengan langkah tenang, tanpa tergesa. Waktu bukan sesuatu yang ingin kuhormati malam ini. Jika mereka menunggu, biarlah. Aku sudah terlalu sering menunggu tanpa pernah dipedulikan. Dress lengan panjang berwarna abu-abu membungkus tubuhku sederhana. Tidak ketat, tidak mencolok. Rambutku kuikat ekor kuda rendah, rapi sekadarnya. Tidak ada perhiasan, tidak ada riasan berlebihan. Aku tidak datang untuk mengesankan siapa pun. Saat aku tiba di ruang makan, para tamu tampak sudah duduk. Beberapa tangan masih memegang sendok, beberapa tatapan terangkat ke arahku. Suasana sempat hening sesaat, cukup lama untuk disadari, tapi juga tidak cukup lama untuk dipermasalahkan. Aku berdiri di ujung meja. “Selamat malam,” ucapku singkat, nada suaraku netral. “Maaf saya terlambat.” A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD