Rufus berhasil mengenyahkan beberapa bayangan dengan mantranya. Tetapi, bayangan lain datang menyerang dengan wujud serigala. Rufus merasa jengah. Sudah berapa kali dia mengucapkan mantra pemusnah yang tak berefek apa pun pada lawannya. Keringat membasahi tubuhnya. Meski begitu, Rufus tidak ingin menyerah. Dia sadar betul dengan makhluk yang kini mengincarnya. Dia berusaha menghindari cakaran si serigala, Rufus memperkirakan celah untuk menyerang balik. Selena menikmati pertunjukan yang diciptakannya untuk Rufus. ″Wah, Rufus semakin kuat.″ ″Mengapa bukan kau saja yang maju?″ ucapnya sambil menghindar. ″Daripada menyuruh peliharaanmu.″ Rufus berkata demikian hanya untuk membuatnya terlihat kuat saja. Dia sendiri sebenarnya mulai kewalahan dengan para penyerangnya. Berbagai jenis mantr

