Pagi sekali, Laura—si gadis pelayan yang mengantar Melisa semalam—membangunkannya. Setelah membersihkan wajah dan mulut, Melisa langsung berganti pakaian. Dia mengenakan gaun kuning gading berlengan panjang dengan tambahan jubah berwarna serupa. Laura juga memberikan Melisa sepatu ber-sol datar berwarna krem. Rambut Melisa tergerai bebas. Satu-satunya benda yang menempel di rambut hitamnya hanya jepit lili pemberian Nava. Setelah semua persiapan selesai, Laura mengantar Melisa menuju tempat berkumpul. Sambil berjalan, Melisa terus memikirkan apa yang terjadi dengannya semalam. Tentang bagaimana Rufus membuatnya sesak napas selama beberapa detik, lalu caranya menatap Melisa, dan perasaan panas yang membakar kedua pipi Melisa. Sejak semalam, Melisa tidak bisa menghentikan debaran di jant

