Strategi

1129 Kata

Pak Adit masuk saat aku berteriak. Ia langsung menutup mulutku dengan telapak tangannya, "Hei, jangan berteriak! Si Mbok sedang tidur siang sepertinya." Aku merengut kesal. Telunjukku mengarah pada leher yang sudah ia hisap seperti bekas drakula. "Ini apa? Kenapa Anda membuat ini?" Pak Adit tersenyum geli, "Kenapa? Kurang banyak? Ayo kita buat lagi!" "Heh, Pak! Saya benar-benar malu sekarang. Mbok Muti dan dr. Agung pasti sudah melihat ini semua, bagaimana saya bisa bertemu dengan mereka lagi?" Sumpah, aku benar-benar malu sekarang. "Haha, tenang saja. Saya akan bertanggung jawab, lagian di bagian sini masih sedikit. Kasihan gak ada temannya, saya buatin lagi ya?" Pak Adit malah mengusap bagian leherku yang ia hisap dan tersenyum genit. "Heh, ini juga belum hilang. Pak, bagaimana c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN