"Ayang ni..." bisik Putri sambil terengah-engah dan duduk di lantai. Dia terduduk lemas di lantai setelah menikmati rangsangan yang aku berikan di area paling sensitif miliknya. "Sini," kataku sambil mengulurkan tangan ke arahnya. Putri memalingkan wajahnya sambil mendengus kesal. "Nggak. Ayang tu. Sukanya gitu," sungut Putri. Sempakk.. Dah jelas dia suka, pake pura-pura kesal. Satu-satunya alasan aku berhenti menikmati mahkota Putri dengan bibirku, karena aku tahu kalau mahkota itu sudah berteriak-teriak ingin merasakan pemiliknya yang sesungguhnya. "Sini!" kataku dengan sedikit keras. Putri tetap memalingkan wajahnya tapi tangannya terulur ke atas. Aku menariknya berdiri dan ketika dia sudah berada di depanku, aku langsung menggendongnya di pundakku dan membawanya ke kasur. Put