Sorot matanya yang gelap dan penuh janji membuat Kirana sadar—perjalanan ini menjadi ujian terbesar bagi kesetiaannya yang sudah tidak utuh. Ini bukan lagi tentang pengorbanan seorang istri untuk keutuhan rumah tangganya, namun tentang kenyamanan dan kesenangan yang mungkin semu. Dan mungkin titik di mana ia akhirnya menyerah sepenuhnya pada kenikmatan terlarang yang ditawarkan Bramasta di atas awan-awan yang membawa mereka menuju surga dunia—dan neraka pribadinya sendiri. Begitu tanda sabuk pengaman padam, Bramasta tidak membuang waktu. Dengan gerakan halus namun penuh intensi, dia mengunci partisi yang memisahkan kabin first class mereka dari kursi lain, menciptakan ruang privat yang sepenuhnya tertutup. "Kiran," bisiknya, suaranya serak dan penuh hasrat, "sudah lama aku ingin merasaka

