Malam di Bali terasa hangat oleh semilir angin laut yang membawa aroma garam dan bunga frangipani. Bramasta membawa Kirana ke sebuah restoran tepi pantai eksklusif yang hanya diterangi oleh lilin-lilin dan lampu temaram. Meja mereka tepat di pinggir pasir, dengan ombak yang sesekali menyapu kaki meja seolah ingin ikut serta dalam keintiman mereka. "Kamu terlihat sangat cantik malam ini," ucap Bramasta, matanya berbinar dalam cahaya lilin. Dia memang sengaja memilih gaun maxi flowy berwarna lavender untuk Kirana—warna yang membuat kulitnya yang terlihat semakin bersinar. Kirana tersipu, menundukkan kepala. "Terima kasih, Pak Bram." "Di sini, panggil saja Bram," ujarnya lembut, meraih tangannya di atas meja. "Malam ini, kita bukan atasan dan bawahan. Hanya dua orang yang menikmati keindah

