Bab 29. Kecupan Singkat

1134 Kata

Regantara dan Tuan Pras sama-sama menegang. Udara di ruangan itu seolah menipis, ditekan oleh bunyi dengung laptop yang masih menyala. “Lo sekarang di mana?” tanya Regantara tanpa mengalihkan pandangan dari layar di depannya. Jarinya berhenti di atas keyboard, kaku. “Kenapa pelacak di HP lo sama Letta nggak aktif?” Suara Riki terdengar teredam dari seberang, terburu-buru, seolah setiap detik adalah ancaman. [Kayaknya mereka udah curiga. Gue nelpon pake HP cadangan. HP kita disita.] Rahang Regantara mengeras. Ia menurunkan pandangannya ke ponsel, menatap nomor asing yang tertera di layar. Asing, tapi terlalu familiar untuk diabaikan. “Lo hidupin GPS-nya,” potong Ryan sambil bangkit dan meraih laptop Regantara, nadanya dingin namun tergesa. [Itu nggak penting,] sela Riki cepat. [Gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN