Bab 30. Modus Regan

1179 Kata

Letta menelusuri wajah Riki dengan saksama. Tatapannya tenang. Terlalu tenang. Tak ada gurat ketakutan, tak ada retakan emosi seperti orang yang terpojok atau dipaksa. Juga tak tampak sedikit pun sinyal bahwa semua ini hanyalah sandiwara murahan. “Lebih baik lo nurut sama gue.” Suara Riki meluncur ringan, nyaris santai. “Target gue bukan lo. Jadi lo bisa tenang.” Ia melirik selang infus di tangan Letta, lalu tersenyum tipis. “Gue juga udah nelpon dokter buat ngerawat luka lo.” Kalimat itu menghantam kesadaran Letta perlahan, namun pasti. Dadanya mengencang. Jadi itu alasannya infus itu masih menancap, cairannya menetes stabil seolah tak peduli pada kekacauan yang terjadi. Dan kini semuanya terasa masuk akal. Sangat masuk akal. Tak ada penculikan acak. Tak ada kebetulan. Riki. Or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN