Bab 51. Laura Linglung

1676 Kata

Bagaimana bisa Tuan Pras meletakkan bom di dalam pesawat? padahal ia sangat tahu jika ada Laura dan calon cucunya di dalam pesawat tersebut. Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Regantara, menghantam kesadarannya tanpa jeda. Logikanya menolak, nuraninya memberontak. Ada sesuatu yang terasa sangat keliru, terlalu kejam untuk disebut sebagai rencana. “Apa OM GILA?” Regantara meninggikan suaranya. Nada itu pecah, tak lagi terkontrol. Amarah yang sejak tadi ia kunci rapat kini meledak, menembus batas kesabaran terakhirnya. Langkahnya tegap menghampiri calon mertuanya. Setiap tapakan kakinya terasa berat, bukan karena lelah, melainkan karena emosi yang mengeras di d**a. Rahangnya mengatup kuat, urat-urat di lehernya menegang. Wajahnya gelap oleh murka yang tak ditunda lagi. Amarah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN