Bab 15. Plann B

1249 Kata

Genggaman Laura di bawah meja mengeras, kukunya hampir menembus telapak. Ia menahan semua rasa: marah, takut, muak… semuanya bercampur menjadi satu gumpalan panas di d**a. “Hm,” jawabnya akhirnya, lirih tetapi penuh penolakan. Tanpa menunggu detik berikutnya, Laura segera menekan nomor Letta. Suaranya tercekat, namun jarinya stabil—setidaknya tampak begitu di permukaan. Sambungan terangkat cepat. [Halo, Ra.] “Lett, lo nggak apa-apa kan? Mami gimana? Udah sadar?” Suara Laura pecah, mencuatkan kepanikan yang sejak tadi ia tahan. Di seberang, Letta berdecak pelan. [Gue sama Tante Wina nggak apa-apa. Katanya cuma obat tidur. Tapi gue nggak tahu dosisnya segimana sampek langsung teler gitu cuma makan salad, Ra. Ya ampun, itu rumah siapa sepupu gue apa penjahat sih? Serem tahu nggak?] Le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN