"Tidak, Devan. Seberapa keras kamu memohon, jawabanku tetap tidak!" kata Elaine dengan tegas. Wanita itu mencoba menghindari Devan, dia berjalan ke dapur mengambil minum, berputar kembali ke ruang tamu. Sedangkan Devan masih setia mengikuti langkah Elaine. Lelaki itu berusaha meyakinkan Elaine agar wanita itu mau datang untuk pertemuan besok bersama ayahnya. "Ayolah, El. Aku akan menuruti semuanya apapun yang kamu inginkan," bujuk Devan lagi. Elaine meneguk minumannya dengan kasar. Matanya tampak kosong, meskipun di depannya televisi sedang menyala. Wanita itu masih saja bersikeras tidak mau menuruti ajakan Devan. Sudah cukup dia merasa sakit hati pada ibu lelaki itu. Dia masih trauma, takut jika nantinya ayah Devan akan bersikap sama seperti itu lagi. "Aku janji, ayahku tidak akan

