"Elaine," pekik Amel dan Anggie bersamaan. Elaine sampai meringis, karena suara teman-temannya terdengar nyaring dan begitu cempreng di telinganya. Dua temannya itu tiba-tiba menghampiri dirinya. Menggandeng dan menariknya untuk duduk di sofa. Bahkan mereka mengapit dirinya yang membuatnya semakin heran. "Kalian ini kenapa, sih?" keluh Elaine menatap bergantian pada Anggie dan juga Amel. "Apa kamu sudah baikan? Kenapa tidak istirahat saja di rumah, bagaimana kalau nanti kamu sakit lagi?" pekik Amel bertanya dengan beruntun. "Siapa yang sakit?" beo Elaine mengangkat sebelah alisnya. "Apa setelah dari rumah sakit kamu mengalami amnesia?" tuduh Anggie dengan mata melotot. "Sebenarnya apa yang kalian bicarakan ini?" tanya Elaine. Dia benar-benar tidak paham dengan kedua temannya

