87

1423 Kata

POV Putri "In, aku salah aku ...." Om Redi memandangku. Ia tampak menelan ludah. Dipandangnya ayah lama dengan tenggorokan berkedut. Aku benci pada Om Redi, tapi memberitahu ayah apa yang sebenarnya terjadi jelas tak mungkin. Itu berbahaya untuk Om Redi, yang adalah ayah dari anakku. Aku benci padanya, tapi tak ingin ia dalam bahaya. Aku tahu benar ayah paling benci dikhianati. Aku memandang Om Redi, yang terlihat ragu berkata. Tatapan ayah terus tertuju ke wajahnya. "Maaf, In, aku ni buat kesalahan fatal pada kau," ucap Om Redi akhirnya. Ayah memicingkan mata, tampak mengingat-ingat. "Kamu membuat kesalahan apa?" Wajah ayah terlihat tenang. Mama di belakang ayah sebentar-sebentar menatapku dan Om Redi. Terlihat begitu penasaran. "Ini masalah kita, Kak, ayah gak perlu tahu!" Om Redi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN