POV Putri Aku tersenyum kecil, melingkarkan tangan ke leher Om Redi lalu dengan sedikit berjinjit balas mencium pipinya. Om Redi menekan pipiku dengan jari telunjuknya, aku lagi-lagi tersenyum padanya dan ia juga tersenyum. "Kamu sudah belanja, Red?" Aku sontak melepaskan tanganku dari leher Om Redi, menatap ke arah ibu dengan salah tingkah. Perempuan tua itu sedikit tersenyum dan mengamati pemberian ayah di kursi. "Zain tu yang bawa, Bu." Ibu mengangguk-angguk. "Besok kamu tinggal beli kekurangannya, sayuran, bawang merah bawang putih dan cabai. Sama kelapa muda untuk urap. Ibu sudah pesan ayamnya, diantar besok." Om Redi mengangguk-angguk. Ia mendekati meja dan meraih s**u hamil. Aku membuntutinya. "Aku bisa buat sendiri, Kak." Om Redi tersenyum. Ia mengusap rambutku dengan gema