Walaupun rasa sakit masih menghantui sekujur tubuh, tetapi sejak tadi Sheilla tetap bergerak aktif. Semua kekacauan di dalam apartemen sudah Sella selesaikan secara perlahan. Prinsip Sella, tetap lakukan semuanya walau sambil menyeka air mata. Tumpukan baju kotor miliknya, milik William, serta beberapa sprei Sella ambil lalu dia taruh keranjang. Sambil menunggu baju di dalam mesin cuci selesai, Sella bersandar di pinggiran kulkas. Walaupun tubuhnya bergerak melakukan berbagai tugas, tetapi otak Sella benar-benar kosong. Saking sakitnya rasa di hati, Sella tidak bisa lagi mengekspresikan. Sella sudah teramat lelah, dia ingin segera menghilang dari muka bumi ini agar tidak bersinggungan lagi dengan William. Semakin hari sikap William semakin berubah, bahkan jauh lebih parah dari sebelum-seb

