Edham tak memutus pandangan sedetik pun dari Moza. Lalu, ketika tatapan matanya mengarah pada Sakha, dalam benak pria itu berpikir, inikah sosok lelaki yang telah menikahi Moza. Tidak. Itu tidak mungkin. Moza pasti berbohong ketika mengatakan padanya jika sudah menikah. Ya, Tuhan. Sejak pagi tadi, pikiran Edham sangat kalut. Tidak konsen bekerja bahkan ketika menyetir mobil, yang ada dalam benaknya tetaplah Moza dan Moza. Tidak bisa melepaskan ataupun melupakan Moza begitu saja. Rasa cinta yang ada dalam dirinya hanya untuk Moza seorang, bukan siapa pun juga. Hati Edham terasa sakit ketika Moza menolaknya. Meminta padanya untuk menjauh darinya. Edham tak mampu. Bahkan kondisinya yang sekarang ini juga karena kepikiran Moza. Kecelakaan tunggal yang dialaminya lumayan membuat tubuhnya terl

