BAB 103

1749 Kata

Pagi hari tidak ada yang namanya drama rambut basah karena usai keramas, Moza langsung mengeringkannya dengan hair dryer. Beruntung sekali Moza, karena Sakha tidak rakus mengerjainya meski pun ini adalah pengalaman pertama untuknya. Semua masih aman terkendali sampai ketika pintu kamar mandi terbuka, Sakha keluar kamar dengan berlilit handuk di pinggangnya. Moza tak sengaja melihat melalui cermin, karena Sakha berdiri di belakang tubuhnya. "Ya, Tuhan. Mas Sakha, kenapa keluar tak pakai baju," ucapnya menutup wajah dengan telapan tangan juga kepala menunduk dalam. Wajah Moza sudah merah merona karena malu. Penampakan lelaki setengah telanja** di hadapannya, belum terbiasa Moza lihat. Jadi wajar jika wanita itu belingsatan tidak karuan. "Bajuku ada di kamar sebelah. Mulai besok kamu pind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN