Part 50

1039 Kata

Kereta menuju Bandung melaju stabil di atas rel, sesekali bergetar halus ketika melewati jembatan panjang yang membelah sawah dan perbukitan. Di dalam kabin kelas eksekutif, Sheila duduk di dekat jendela, tangannya memegang cangkir kopi yang sejak sepuluh menit lalu tidak ia sentuh. Uapnya sudah menghilang, meninggalkan aroma pahit yang mengambang di udara. Tatapannya kosong, menembus kaca jendela yang memantulkan siluet wajahnya sendiri. Di luar, hamparan hijau terlihat tenang, tapi pikirannya jauh dari tenang. Ia tengah menyusun ulang keberanian. Perjalanan ini bukan liburan. Ini perjalanan menuju masa lalu—yang selama ini ia hindari—untuk menghadapi seseorang yang sudah lama mengendap di pikirannya. Pandangan matanya kosong. Di pangkuannya, ponsel menyala. Layar masih menampilkan pesan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN