Part 63

793 Kata

Hari itu matahari muncul malu-malu dari balik jendela. Cahaya pagi menyentuh lantai kayu ruang tamu seperti sapuan kuas air tipis yang menenangkan. Tapi tak ada yang tenang di dalam tubuh Sheila. Ia meringkuk di sofa, mengenakan kaus kebesaran dan legging hitam. Bantal kecil ia peluk erat, sementara wajahnya mengerut karena mual yang datang dan pergi sesuka hati. Galih muncul dari dapur, membawa roti panggang dan segelas teh herbal. “Coba makan dikit, ya?” ucapnya lembut. Sheila menggeleng pelan. “Kayaknya... bau rotinya bikin tambah pusing.” Galih duduk di karpet di depannya, menaruh piring di meja. “Aku bisa ganti. Mau pisang? Atau biskuit?” Sheila menutup mata. “Mau peluk aja.” Galih tersenyum. Ia berdiri, lalu duduk di ujung sofa, menarik Sheila perlahan agar bersandar ke dadany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN