Bab 68

571 Kata

Sudah tiga minggu sejak kabar kehamilan itu dibagikan ke keluarga. Dan sejak itu, rumah kecil di lantai lima apartemen mereka mulai berubah—bukan hanya karena Sheila makin sering tertidur di siang hari, tapi karena semua yang dulu terasa normal, sekarang punya makna baru. Pagi itu, Galih membuka tirai lebih lebar. Cahaya matahari masuk langsung ke dalam ruang tengah, memantul ke tanaman monstera yang mulai tumbuh dua helai daun baru. Sheila duduk di sofa, memegangi bagian bawah punggungnya. “Kamu pegal lagi?” tanya Galih sambil berjalan ke arah dapur. Sheila mengangguk, ekspresinya meringis kecil. “Kayak otot di pinggang ditarik pelan-pelan... terus dilepas, terus ditarik lagi.” “Aku buat kompres hangat ya?” “Boleh... tapi nanti. Sekarang cuma pengen duduk dan diem.” Galih menuang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN