Part 59

521 Kata

Pagi pertama di Jakarta setelah honeymoon, langit tampak jernih seperti hati yang baru dicuci hujan. Udara kota terasa sedikit lebih ramah, atau mungkin itu hanya karena Galih dan Sheila membawa pulang rasa damai dari Hongkong yang masih tinggal di dalam napas mereka. Apartemen mereka seperti menyambut dengan cara lembut: tanaman-tanaman kecil yang tumbuh lebih subur, aroma lavender dari diffuser, dan buku-buku yang masih tersusun rapi di rak. Semua terasa akrab, tapi juga berbeda. Seperti pulang ke rumah yang baru saja diperbarui oleh cinta. Galih menatap langit-langit ruang tamu sambil berbaring di sofa, kedua kakinya terangkat santai, lututnya sedikit ditekuk. “Sheil,” panggilnya dari sofa. Sheila muncul dari dapur, membawa dua gelas jus jeruk dan mengenakan piyama kuning pastel. “Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN