Happy Reading Yolla menghirup udara dingin Sydney yang menerpa wajahnya sesaat setelah keluar dari terminal bandara. Ada rasa lega bercampur gugup di dadanya. Ini adalah babak baru dalam hidupnya, jauh dari rumah, jauh dari segala drama yang selama ini menghantuinya di Indonesia. Langkah-langkah kecilnya terasa lebih ringan meskipun membawa koper besar di tangannya. Ia menoleh ke sekeliling, mencari sosok yang sudah lama ia rindukan—temannya, Irene. Yang katanya akan menjemputnya di bandara. “Irene!” serunya ketika melihat seorang wanita tinggi dengan rambut hitam panjang melambaikan tangan. Irene melangkah cepat, memeluk Yolla erat. “Akhirnya kamu sampai juga! Gila, Yolla, kamu kelihatan capek banget. Ah, apa kabar?" Yolla tertawa kecil sambil mengangguk. "Aku baik. Perjalanan panj