“Ini mengesalkan sekali! Aku menyesal mengatakan itu padanya!” gerutu Feli di sela kegiatannya membersihkan lantai ruang tamu apartemen dengan mesin pembersih debu yang baru saja dia nyalakan. “Dia pikir siapa dia, bisa menuduhku seenaknya!” “Aku tidak punya banyak waktu untuk kasihan pada orang lain, sementara hidupku saja sedang tidak baik-baik saja—Ada apa dengan mesin ini?” Feli menghentikan kegiatannya, karena mesin yang sedang ia gunakan tiba-tiba saja tak berfungsi. Ia menekan tombol ‘off’ pada mesin, lalu kembali menyalakannya. Mesin masih tidak menyala. Feli melakukannya lagi beberapa kali. Namun hasilnya nihil. Mesin itu tetap pada pendiriannya untuk mati. “Beruntung sekali diriku hari ini.” Feli tertawa kesal. Sebelah tangannya berkacak pinggang. Sementara sebelah tangan la