Resah yang menggayuti hati Vanya akhirnya menuntun dirinya untuk mengirimkan sebuah pesan teks kepada Nirwan. Ia hanya mengucapkan dua kalimat singkat, ucapan terima kasihnya dan menanyakan pukul berapa Nirwan senggang. Hati Vanya berdebar selagi menanti jawaban atas pesan teks yang tak kunjung tiba. Ia mencoba mengalihkan segala keresahannya dengan menyelesaikan semua pekerjaan yang terjeda oleh jadwal rapat tadi. Selama menanti jawaban dari Nirwan, sejatinya dia kerap menatap layar telepon selulernya setiap kali berbunyi. Dia berharap, Nirwanlah yang meneleponnya atau mengirimkan pesan teks kepadanya. Namun harapannya tak terwujud. Vanya mengehela

