Wartawan mulai mengarahkan mikrofon, tetapi beberapa petugas keamanan yang tampaknya sudah diatur sebelumnya langsung memblokir jalur akses dan memberi ruang agar mereka berdua bisa masuk ke dalam mobil. Kenzo menunduk sedikit, berbisik di telinga Zeya. “Ayo, kita pulang dulu. Kamu butuh tenang.” Zeya mengangguk pelan, tapi tubuhnya masih kaku. Bahkan untuk melangkah pun terasa berat, seolah otot-ototnya kehilangan kekuatan. Baru ketika Kenzo meremas tangannya lebih erat, dia akhirnya bisa bergerak. ** Tak butuh waktu lama bagi media untuk membalikkan arah sorotan. Sejak kemunculan tiba-tiba Kenzo Aryasatya di tengah kerumunan wartawan, opini publik berubah drastis. Potongan video saat dokter muda yang dikenal berintegritas tinggi itu muncul, menenangkan Zeya dengan lembut, dan menyebu