Zeya membuka pintu lebih dulu, matanya masih berbinar setelah momen makan siang tadi. Meski sempat dibuat kesal oleh kemunculan dokter Sivia, senyuman Kenzo di sepanjang jalan cukup meredakan segalanya. “Aku duluan, ya,” ujar Zeya sambil melepas heels-nya dan melangkah ke dalam rumah. Kenzo hanya tersenyum mengangguk, mengikutinya beberapa langkah di belakang. Namun baru saja ia hendak membuka pintu, ponselnya bergetar di saku jasnya. Kenzo menatap layar sejenak. Wajahnya berubah serius. "Halo." Suara berat terdengar dari seberang. “Saya sudah dapatkan yang kamu cari. CCTV asli. Versi lengkap. Tidak ada yang dipotong.” Kenzo langsung menegang. “Apa kamu yakin?” “Seratus persen. Sudut kamera ini sebelumnya tidak diperiksa karena posisi tertutup rak promosi. Tapi dari footage itu jela