“Ayo, coba hidupkan sekali lagi!” Pak Rahmat memberikan isyarat dari depan moncong mobil, tangannya yang bernoda oli melambai pendek. Althair yang berada di balik kemudi segera memutar kunci kontak. Mesin sedan tua itu sempat meraung kasar selama beberapa detik, terbatuk-batuk, sebelum akhirnya kembali mati total dengan suara mendesis pasrah. Pak Rahmat menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menatap ke dalam kompartemen mesin. “Belum beres juga ternyata.” Althair membuka pintu mobil, melangkah turun dengan helaan napas pelan. “Maaf sudah sangat merepotkan Anda, Pak.” “Ah, tidak usah sungkan. Mobil tua memang hobinya merepotkan orang,” sahut Pak Rahmat memaklumi. Zayna yang sejak tadi berdiri bersandar di dekat tiang bengkel langsung menyahut tanpa membuang kesempatan. “Sifatnya mirip

