“Pasien nomor tujuh belas belum bisa dijadwalkan operasi.” Kalimat pendek dari perawat administrasi itu seketika membuat gerakan pulpen Zayna terhenti. Ia mengangkat kepala dari meja perawat dengan dahi berkerut rapat. “Kenapa?” Perawat administrasi itu menggeser sebuah map tebal ke hadapannya. “Masalah pembiayaan, Mbak.” Zayna langsung bangkit berdiri, menumpu kedua tangannya di atas meja. “Bukankah mereka pakai BPJS?” “Dokumennya belum lengkap. Ada beberapa berkas prasyarat yang belum masuk ke sistem rumah sakit.” “Tapi keluarganya sedang mengurus itu sekarang,” sergah Zayna tidak sabar. “Pasiennya butuh operasi cito secepatnya!” “Saya tahu, Mbak Zayna.” Perawat itu menghela napas panjang, tampaknya sudah bosan menghadapi protes serupa dari para koas. “Tapi prosedurnya begitu. Sist

