Aroma pekat kopi hitam yang baru diseduh perlahan-lahan merayap masuk ke indra penciuman Althair, menarik kesadarannya kembali ke permukaan. Sepasang kelopak matanya berkedip beberapa kali, mencoba menyesuaikan diri dengan temaram lampu ruangan. Dari balik jendela kaca di sampingnya, langit malam sudah sepenuhnya gelap pekat. Selembar kain selimut tipis tampak menutupi tubuhnya hingga batas d**a. Althair spontan langsung menegakkan posisi duduknya. Sedetik kemudian, kesadaran penuh menghantam kepalanya dan membuatnya terpaku. ”Astaga,” batinnya. Ia benar-benar tertidur pulas. Di rumah Zayna. Di atas sofa ruang tamu yang asing. Selama hampir satu menit penuh, dokter spesialis bedah saraf yang biasanya selalu memiliki kendali penuh atas dirinya itu hanya mampu terdiam sembari memi

