Perjalanan pulang malam itu terasa berkali-kali lipat lebih sunyi dari biasanya. Sedan tua milik Althair melaju perlahan, membelah aspal jalanan ibu kota yang perlahan mulai lengang dari kepadatannya. Di atas kursi penumpang sebelah kiri, tergeletak sebuah kotak makanan berbahan plastik. Isinya adalah beberapa potong gorengan yang diam-diam diselipkan oleh Bu Rina ke dalam tasnya sesaat sebelum ia berpamitan pulang tadi. Althair melirik kotak makanan itu sekilas saat mobilnya berhenti di lampu merah. Sudut bibirnya tanpa sadar terangkat tipis, membentuk seulas senyuman samar. ”Gorengannya harus dihabiskan ya, Dok. Awas kalau bersisa,” suara renyah Zayna mendadak kembali terngiang dengan sangat jelas di kepalanya. Althair menggelengkan kepala pelan mengingat momen itu. Perempuan it

