Kebenaran Menemukan Jalannya

1369 Kata

PoV Raka Udara panas. Bisik-bisik memenuhi bangku pengunjung. Hakim sudah duduk di kursi. Wajahnya tegas, palu belum diketuk tapi semua orang tahu... sidang hari ini bukan sidang biasa. Aku berdiri. Di belakangku, Bagas duduk dengan map tebal di pangkuannya. Tatapannya tajam, fokus. Tidak ada lagi ekspresi santai yang biasa ia pakai. Hari ini, Bagas datang sebagai orang yang siap menjatuhkan sistem yang terlalu lama merasa aman. Jaksa berdiri lebih dulu. Membacakan ulang tuntutan, seolah ingin menegaskan dominasinya. Kalimat-kalimatnya bersih, terlalu bersih. Selira duduk di kursi terdakwa. Wajahnya pucat. Tangannya terlipat di atas meja, gemetar tipis. Ia tidak menatapku. Tidak menatap siapa pun. Aku menarik napas. Saat giliranku tiba, aku melangkah maju. “Yang Mulia,” kataku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN