PoV Selira Hari ini hari libur. Arsa tidak sekolah dan aku juga off bekerja. Langit cerah, tapi tidak menyilaukan. Udara terasa ringan, seperti sengaja diciptakan untuk orang-orang yang ingin bernapas sedikit lebih lama dari biasanya. Aku sedang menyiapkan sarapan ketika bel apartemen berbunyi. Arsa yang lebih dulu bereaksi. Ia berlari kecil dari ruang tengah. Kausnya sedikit terangkat, rambutnya masih acak-acakan karena baru bangun tidur. “Om Raka!” serunya begitu pintu kubuka. Raka berdiri di depan pintu dengan pakaian santai. Kemeja tipis berlengan pendek dan celana gelap. Tanpa jas, tanpa wajah serius yang biasa kulihat di ruang sidang. Tangannya membawa satu kantong kertas cokelat. “Hari ini kan Arsa libur,” katanya ringan. “Jadi... Om bawain roti cokelat kesukaan Arsa.” “B

