Aku Di Sini

1081 Kata

Pov Selira “Aku di sini,” katanya pelan tapi tegas. “Aku gak akan ke mana-mana. Jika itu yang kamu mau…” Kalimat itu tidak selesai. Tidak perlu. Karena di antara jeda itulah dadaku bergetar paling keras. Aku terdiam lama. Hanya suara napasku yang tersengal dan detak jantungku yang terlalu bising. Dunia di sekeliling kami seolah memudar. Apartemen yang baru, pagi yang masih menggantung, dan aroma makanan yang masih ada. Semuanya kalah oleh satu kenyataan sederhana. Ada seseorang yang berdiri di hadapanku, tidak meminta, tidak menuntut, hanya menawarkan ruang. Aku menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Kepalaku masih menempel di dadanya. Aku bisa merasakan denyut jantungnya yang tenang dan stabil. Tidak tergesa. Tidak memaksa. “Aku takut,” kataku dengan suara yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN