Raga mengetuk pintu kamar adiknya, Leonita. Sudah pukul satu siang namun sang adik belum juga keluar dari kamarnya. Dia pun cukup khawatir karena sejak pulang dari mall kemarin, adiknya begitu murung. Setelah mendengar suara Leonita dari dalam, dia pun mendorong pintu itu, memandang ke sekeliling kamar Leonita yang dipenuhi nuansa berwarna pink putih, membuat Raga menggeleng. Bagaimana adiknya sudah berpacaran padahal masih memiliki sisi kekanakkan seperti ini? Sang adik masih tertelungkup di ranjang, menutup wajahnya diatas bantal yang mulai basah. Raga menarik kursi dan duduk di dekat ranjang Leonita. “Masih nangis?” tanya Raga berbasa basi. “Menurut kakak?” sentak Leonita sebal meski wajahnya terus tertelungkup. “Wajar kan kalau orang habis putus itu nangis, kalau ketawa senang t