Tamu undangan mulai berdatangan memenuhi halaman belakang. Dekorasi sudah tertata rapi—tirai putih, balon pastel, rangkaian bunga segar, dan kain tulle di setiap sudut membuat suasana terlihat mewah, seperti ballroom hotel bintang lima. Aroma melati dan mawar dari taburan bunga di sekitar kursi utama tercium lembut, membuat suasana jadi terasa hangat. Aku duduk di kursi cantik yang dihias kain putih dan bunga segar. Kebaya soft pink yang kupakai pas di badan, dan sanggul sederhana di rambutku membuatku terlihat anggun—meski pipiku sudah terasa panas karena gugup. Mas Mahen duduk di sampingku dengan wajah berbinar. Sesekali dia menggenggam tanganku, seolah berusaha menenangkan detak jantungku yang begitu kencang. Acara dimulai dengan doa yang dipimpin ustazah. Semua orang menunduk khusyu

