Menjelang hari melahirkan, perasaanku semakin campur aduk—senang, cemas, dan sedikit takut. Tapi sepertinya hanya aku yang merasa begitu, karena Mama justru terlihat sangat bersemangat menyiapkan kamar untuk cucu pertamanya. Setiap hari selalu saja ada belanjaan baru yang datang—mulai dari sprei, boneka hiasan, sampai lampu tidur berbentuk bulan dan bintang. Papa juga tak kalah semangat. Setiap kali pulang dari business trip, pasti ada saja perlengkapan bayi yang dibawanya—dari stroller, botol s**u, sampai baju bayi yang lucu-lucu. Hari ini aku duduk santai di kursi, ngemil buah potong sambil melihat Mama dan Papa mertua berdebat soal posisi ranjang bayi. “Kalau di pojok sini kan enak, dekat jendela. Jadi kalau pagi bisa kena sinar matahari,” kata Mama sambil mendorong ranjang ke sisi

