Hari pertama kembali ke kantor setelah cuti mendadak, rasanya agak canggung. Lebih dari seminggu aku tiba-tiba menghilang dari pekerjaan, lalu muncul lagi dengan status baru sebagai istri Mahendra Wirasatya. Begitu aku melewati lorong kantor, beberapa rekan kerja langsung melirik dengan tatapan penuh tanda tanya. Aku bisa menebak isi kepala mereka, “Kok cuti dadakan? Kok tiba-tiba menikah? Kok nggak ada undangan?” Saat memasuki ruangan, suara Nina langsung terdengar lantang. “Aylaaa!” Dia berlari ke arahku dan memeluk erat, seolah kami tak bertemu setahun. Padahal kenyataannya baru beberapa hari tidak bertemu, dan hampir setiap malam kami masih sempat saling kirim pesan. “Kangen banget, Ay,” katanya sambil cengengesan. Aku tertawa kecil. “Kamu ini lebay banget, Nin.” Nina hanya nyeng

