Akhirnya, Lepas Sudah

965 Kata

Mas Mahen terus melumat bibirku, sesekali memainkan lidahnya. Saat aku tak kunjung membalas, dia menggigit kecil bibirku, memaksaku mencoba membalas dengan segala kemampuan yang kupunya. Sedetik kemudian, aku memejamkan mata, membiarkan diriku menikmati setiap sentuhan itu. Kemampuannya berciuman benar-benar luar biasa—lembut, hangat, dan memabukkan. Aku menekan kepalanya, memperdalam ciuman kami. Tangannya meremas gunung kembarku, lalu ciuman itu naik ke level berikutnya. Dia menyesap lidahku, membuatku mengerang, sementara sensasi aneh bergejolak di seluruh tubuhku. Saat ini, tubuh kami benar-benar rapat menempel. Tangannya kini turun, meremas pinggulku. Ciuman kami terlepas, namun bergeser ke tengkukku. Aku membuka mata, berusaha menahan desahan yang nyaris lolos. Mas Mahend menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN