“Gak usah sedih, Nin. Percaya sama para tetua keluarga. Mereka tidak akan membiarkan Om Angga merusak rencana pernikahanmu.” “Tapi, beliau udah datang ke Solo, Ay. Terus menuduh keluargaku ingin memanfaatkan keluarga Wirasatya.” “Bukannya Opa udah menghubungi Bapak? Dan, Opa telah menjelaskan jika Om Angga memang sering membuat ulah?” “Hm, sesaat setelah Papa pergi— Opa langsung menelponku. Beliau minta bicara empat mata sama Bapak. Jadi, aku gak tahu apa yang mereka bicarakan.” “Aku yakin jika Opa sudah meyakinkan Bapak agar tidak membatalkan pernikahanmu. Apalagi Mas Mahen dan Dirga kemarin ke Solo buat bantu menjelaskan. Pokoknya kamu tenang aja ya— anggap aja ini ujian sebelum resmi menjadi istri kesayangan Pak Bima.” Di seberang telepon, Nina menghela napas lirih. “Aku pengen pe

