Aku masuk ke sebuah cafe yang sudah kupilih untuk bertemu Tara, gadis manis asal Solo. Begitu berada di dalam, aku langsung menoleh ke sekeliling, mencari-cari sosoknya. “Yakin nggak salah tempat kan?” tanya Galang sambil celingukan. Aku mengangguk. “Iya, katanya di pojok dekat jendela.” Kami terus melangkah masuk. Mataku menyisir setiap meja sampai berhenti pada seorang gadis yang duduk sendirian. Rambutnya tergerai, pandangannya tertuju pada ponsel. Tanpa pikir panjang, aku melambaikan tangan sambil tersenyum. “Tara!” panggilku cukup keras supaya terdengar meski musik cafe lumayan nyaring. Gadis itu langsung menoleh, terlihat kaget sebentar, lalu tersenyum sambil ikut melambaikan tangan. Aku menoleh ke Galang. “Itu dia. Yuk.” Galang mengangguk, dan kami berjalan ke arah meja Tara

