Sakit!

1231 Kata

Drettt… drettt… Ponsel Galang kembali bergetar. Kali ini lebih lama, layar berkedip dengan nama Mas Mahen. Galang menghela napas panjang sambil mengangkat ponselnya. “Astaga, Ayla— Pak Mahendra nelpon lagi. Kayaknya penting, deh.” Aku langsung melotot galak, menatapnya seperti singa kelaparan. “Galang, jangan berani-berani kamu angkat telepon itu.” Galang menggaruk tengkuknya, wajahnya tampak bingung. “Aku takut kena amukan Pak Mahendra.” Aku menyilangkan tangan di d**a. “Biarin! Toh yang bikin masalah dia, bukan aku.” Ponsel masih bergetar di tangan Galang. Tara yang duduk di seberang meja ikut melirik, tampak kikuk melihat ketegangan di depan matanya. “Mending diangkat dulu, Mbak. Pasti Pak Mahendra sedang khawatir,” ujarnya hati-hati. Aku melirik Tara sebentar lalu menatap Galan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN