“Tumben baik!” gurau Rhea terkekeh membayangkan muka tengil Juna pasti sedang merengut. “Karena kamu kalau dibaikin suka ngelunjak!” balasnya malah membuat Rhea tergelak. Sampai ketika suara lift berdenting dia baru berbalik dan mendapati pria itu sudah berdiri di belakangnya. Tanpa ambil pusing Rhea melangkah masuk ke lift, setelah melirik Genta yang masih bungkam supaya mengikutinya masuk. Dia menekan angka empat. Lantai dimana ruang praktek beberapa dokter khusus berada. Salah satunya adalah Genta. “Mau makan apa? Buruan! Aku mau lanjut pemotretan ini!” seru Juna. “Tom yam, aku mau yang pedas! Belinya harus di tempat yang biasanya sana!” pinta Rhea. “Tuh kan, dibaikin malah ngelunjak! Tom yam enak kan nggak cuma disana, Rhe! Harus banget kayak orang ngidam belinya pun di tempat y

